Islam, Gender, dan Demokrasi di Iran (Bagian 1)

Diterjemahkan dari buku Islam, Gender, and Democracyin Comparative Perspective (Oxford University Press, 2017) bagian sembilan berjudul Islam, Gender, and Democracy in Iran karya Ziba Mir-Hosseini. Pada 1995, dalam rangkaian penelitian gender dan diskursus religius di Iran, saya memulainya dengan membentangkan sebuah pernyataan berdasarkan seorang intelektual religius yang kontroversial bernama Abdoul-karim Soroush. Pernyataan tersebut adalah sebuah... Continue Reading →

Surat (Terbuka Tidak Formal) Pengunduran Diri Sebagai Presidium Formaci

Formacian yang baik, izinkan saya menulis sebuah surat terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pengunduran diri sebagai Presidium Formaci. Saya paham, sebenarnya tak perlu banyak formalitas untuk mundur dari jabatan (baca: kutukan) ini. Hanya saja, saya tak bisa pergi begitu saja tanpa memberikan alasan yang jelas mengapa saya mesti meninggalkannya. Terima kasih kepada para Formacian yang... Continue Reading →

Mengobati Alergi Kata “Seks” dan “Seksualitas”

Ada alergi yang menjalari tubuh masyarakat Indonesia saat menghadapi kata seks dan seksualitas. Saat melihat atau mendengarnya, masyarakat sudah tertimpa stigma, tanpa merasa perlu bertanya dan memahami terlebih dahulu setiap makna katanya. Dua kata yang sangat berbeda tersebut sebatas dimaknai dalam satu pengertian. Seks dan seksualitas hanya dipahami sebagai sinonim dari hubungan seksual. Orang-orang berbondong... Continue Reading →

Sains dan Agama Tidak Boleh Saling Marah

Judul : Sains Religius Agama Saintifik Penulis : Haidar Bagir & Ulil Abshar Abdalla Penerbit : Penerbit Mizan Edisi : Pertama, Agustus 2020 Tebal : 172 halaman Wajar jika banyak orang punya ekspektasi yang berlebihan atas kehadiran buku ini. Pada masa pandemi yang tak menentu, banyak orang mulai meragukan keberadaan Tuhan karena Covid-19. Orang-orang kian... Continue Reading →

Jika Siang Akan(g) Datang

Gambar oleh Eki Naufal Fauzi Tadi siang Akang datang. Setelah mengucapkan salam, ia langsung duduk membelakangiku yang sedang mengolesi roti dengan selai kacang. Ia tak melirikku, apalagi menciumku. Tidak. Ia hanya lewat sebentar lalu duduk di depan meja kerjanya. Bukan meja kerja sebenarnya. Di atas meja itu hanya ada sebuah laptop dan tumpukan buku-buku. Setiap... Continue Reading →

Kabar Buruk dari Bumi untuk Manusia

Judul               : Bumi yang Tak Dapat Dihuni Penulis             : David Wallace-Wells Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama Edisi                : Pertama, September 2019 Tebal               : 342 halaman Pada 150 halaman pertama, bagi yg tak karib dengan isu perubahan iklim, akan sangat tersiksa membaca buku ini. Peristiwa membaca 12 bagian yang mengupas unsur-unsur kekacauan di dunia (bumi) bisa... Continue Reading →

Kisah Para Pemimpin Perempuan Melawan Pandemi Covid-19

Para pemimpin perempuan dari negara Selandia Baru, Jerman, Taiwan, dan Norwegia punya kesamaan. Angka kematian akibat Covid-19 di negara-negara tersebut relatif rendah. Keempat negara tersebut dipimpin oleh perempuan dan mendapat pujian dari media atas sikap mereka atas kebijakan yang mereka tempuh dalam menghadapi krisis kesehatan global. Artikel dalam majalah Forbes menyebut mereka sebagai “contoh kepemimpinan... Continue Reading →

Melawan Pandemi dengan Berdiskusi

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terkait penanganan pandemi Covid-19 telah diterapkan di wilayah Jakarta sejak 10 April 2020. Physical distancing atau sebelumnya dikenal dengan social distancing yang mencakup kegiatan bekerja dari rumah setidak-tidaknya sudah dilaksanakan sejak 16 Maret 2020 oleh sebagian besar masyarakat terutama di wilayah Jabodetabek. Perubahan cara hidup saat physical distancing yang serba online mengagetkan banyak orang. Bagi yang... Continue Reading →

Usaha Menulis Eksistensi sebagai Manusia

Judul               : A Cup of Tea Penulis             : Gita Savitri Devi Penerbit           : GagasMedia Cetakan           : Pertama, 2020 Tebal               : viii + 164 halaman ISBN               : 978-780-957-7 Menerbitkan buku sedang menjadi tren di kalangan influencer atau selebriti Instagram (selebgram) dan para artis Indonesia. Ada Natasha Rizky yang menerbitkan buku Katanya Nikah Mudah (2018), Putri Marino... Continue Reading →

Tara Basro dan Standar Sesat Kecantikan

Media sosial adalah tempat terbuka di mana semua orang bisa melakukan apa pun. Memamerkan kegalauan, mengeluh tentang hidup, sekadar mengunggah ulang informasi atau postingan orang lain, dan lain sebagainya. Ruang bebas tak terbatas itu dimanfaatkan oleh Tara Basro untuk mengampanyekan citra tubuh positif di Instagram dan Twitter. Tara mengunggah foto-fotonya di Instagram dengan caption: “Dari... Continue Reading →

Apakah Kemanusiaan Benar-benar Memanusiakan?

Tulisan ini diambil dari The New Yorker, hasil wawancara Natasha Lennard dengan Cary Wolfe, penulis buku What Is Posthumanism? (University of Minnesota Press, 2010), pada 9 Januari 2017. Saya menerjemahkannya secara sukarela, sekadar ingin mengisi bacaan atau tulisan dengan tema Posthumanisme dalam bahasa Indonesia. Natasha Lennard “Posthumanisme” bisa berarti variasi dari banyak hal. Apa arti... Continue Reading →

WordPress.com.

Atas ↑