Kritik Sosial Ala Gus Mus

Kita tak mengenal Gus Mus sebagai seorang Kiai saja. Lebih dari itu, ia juga seorang penulis. Ia menulis esai, puisi, dan cerita pendek. Selain menulis, ia pun gemar melukis. Dalam puisi mbelingnya, ia bermain dengan diksi dan irama. Dalam cerita pendek, ia bermain dengan peristiwa. Dalam karya-karyanya, selalu ada pesan mendalam yang disematkan. Gus MusLanjutkan membaca “Kritik Sosial Ala Gus Mus”

Perempuan, Cita-cita, dan Stigma

Istimewa, satu kata bagi perempuan. Alasannya sederhana, seorang perempuan senantiasa mampu melawan banyak hal dalam hidup. Sejak lahir, perempuan menjadi pihak yang dilemahkan, dianggap tak bisa melakukan banyak hal terutama pekerjaan-pekerjaan kasar yang membutuhkan tenaga lebih. Akhirnya, banyak keluarga lebih bersyukur jika yang lahir adalah anak laki-laki ketimbang perempuan. Dalam lingkungan rumah, perempuan dibiasakan melakukanLanjutkan membaca “Perempuan, Cita-cita, dan Stigma”


Mari membaca dan menulis bersama!

Pemberitahuan tulisan terbaru akan dikirim ke email kamu.